Total Tayangan Halaman

Minggu, 06 November 2011

Jenis-jenis Manusia


Jenis Manusia
Empat jenis Manusia di dunia.
1.       Rajul [un] la yadri wla yadri annahu la yadri ( seseorang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu )Yaitu: orang yang bodoh dalam agama, tetapi ia  tidak menyadari kebodohannya. Jenis ini sama dengan orang yang sok Pintar. Karena kesok pintarannya padahal ia bodoh, senantiasa dan sering menolak kebenaran meski kebenaran itu jelas-jelas ditegaskan dalam ayat al-qur’an ( muhkamat) dan as-sunnah ( hadist) contoh: kewajiban menutup aurat  terkhusus wanita( QS An-nur (24) ayat 31) dan (QS Al-ahsab(33) ayat 59), yang menolak hukum-hukum Allah (QS. al-Maaidah [5]ayat44), (QS. al-Nisaa’ [4]ayat 115)
2.       Rajul [un] la yadri wa yadri annahu la yadri ( seseorang yang tidak tahu dan dia tahu bahwa dirinya tidak tahu )Yaitu: orang yang awam dalam hal agama tapi menyadari bahwa dirinya awam. Jenis ini termasuk orang yang haus akan ilmu agama ( pencari Ilmu ). Contoh: rajin mendatangi majelis-majelis ilmu, banyak membaca buku, banyak bertanya kepada yang lebih tahu (ahlinya), tidak alergi dan atau menolak  terhadap siapapun yang menyampaikan kebenaran padanya meskipun diluar mashabnya, organisasinya, atau harakah-harakah lainnya.
3.       Rajul [un] yadri wala yadri annahu yadri ( seseorang yang tahu tetapi dia tidak tahu bahwa dirinya tahu ) yakni: a) orang yang memiliki pengetahuan banyak atau banyak ilmu tentang agama namun pengetahuan dan keilmuannya tidak tercermin dalam perilaku dan tindakannya. Contoh: ulama, ustads, muballigh, kyai yang enggan mengusahakan/memperjuangkan syari’ah melainkan hanya untuk dirinya sendiri sebagaimana diwajibkan mengingatkan pemerintah tentang wajibnya Qishas, rajam, dan hukum cambuk dan tidak bergerak untuk mengubah system yang rusak kearah kehidupan islam. b) orang yang biasa-biasa saja pengetahuan agamanya yakni Muslim/muslimah yang paham tentang kewajiban shalat lima waktu. pentingnya dakwah,, melakukan amar makruf nahi mungkar, shaum ramadhan, menuntut ilmu dan belajar bahasa arab namun hanya melaksanakan setengah-setengah.  Sebagaimana dalam al-qur’an: “ wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada ALLAh dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamusekli-kali mati(meninggal) kecuali dalam keadaan Islam”.
4.       Rajul [un] yadri wa yadri annahu yadri ( seseorang yang tahu dan dia tahu bahwa dirinya tahu ) Yaitu: orang yang mengamalkan ilmunya, menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya, yang sesuai perilaku dan perbuatannya sama/sesuai dengan yang dipahami dan diucapkan. Jenis inilah yang terbaik baik dia seorang ulama, aktifis dakwah (mahasiswa/pelajar dan masyarakat umum) yang layak untuk diteladani.


mudah-mudahan aktifis syari'ah dan khilafah termasuk golongan ke-4. amin

Sumber;  pernyataan Khalil bin Ahmad al-Bishri, dikutip Imam al-Ghazali( Ihya’ulum ad-Din(1/46), At-Thibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk(1/44), Mafatih al-Ghayb, bahrar al-Ulum(1/395) Kutipan dari al-Wa’ie.

1 komentar:

  1. Kita wajib berupaya menjadi org yg tahu bahwa kita tahu dan mengamalkannya atau instrospeksi bahwa kita tdk tahu ttg sesuatu ttp kt berupaya mau belajar, mengamalkan sesuai hsl belajar/mengaji.
    Beribu rintangan, berjuta peryolongan, syorga Pasti. Aamiin

    BalasHapus